Pages

Subscribe:
Angry Birds -  Help

Kamis, 07 Maret 2013

Pesantren IT PA Sengeti


Syekhan Al-Jufri (Ketua PA Sengeti) :

“Cara efektif untuk memaksimalkan TI adalah dengan cara memperbanyak Diklat Di Tempat Kerja (DDTK)”

Image

pa-sengeti.net (09/09/2009)
 
"Pengembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan peradilan merupakan bagian penting dari reformasi peradilan. Peradilan kini semakin transparan seiring diberlakukannya KMA 144/2007 yang menjadi salah satu rujukan dalam pemanfaatan TI." Demikian dijelaskan Ketua PA Sengeti, Syekhan Al-Jufri, ketika membuka Pesantren IT di ruang sidang PA Sengeti (09/09/2009). Pesantren TI 2009 yang diselengarakan pada selama 3 hari melibatkan semua hakim dan pegawai. 

Keterbukaan telah menjadi jargon terwujudnya peradilan yang profesional, transparan dan akuntabel. Untuk mewujudkan semua harapan tersebut Pengadilan Agama Sengeti telah memulai babak baru untuk menjadikan TI sebagai sarana utama untuk membangun citra peradilan yang berwibawa. 

Lebih lanjut Syekhan Al-Jufri mengatakan, "cara efektif untuk memaksimalkan TI adalah dengan cara memperbanyak Diklat Di Tempat Kerja (DDTK). Pesantren TI merupakan bentuk lain dari DDTK".  Ketua PA Sengeti juga mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun kebangkitan TI PA Sengeti. "Meski sedikit terlambat dan tahun 2009 tinggal beberapa bulan lagi, namun kita optimis akan mampu mengimplementasikan TI dengan bermodalkan semangat dan SDM yang memadai," kata Syekhan.    

Image

Pesantren TI yang didesain oleh Tim TI PA Sengeti kali ini lebih focus pada implementasi SIADPA. Acara dibagi menjadi 4 session. Pertama, Pengenalan SIADPA yang meliputi sejarah, ruang lingkup, manfaat, perkembangan dan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan SIADPA. Kedua, SIADPA untuk jurusita/jurusita pengganti. Ketiga, SIADPA untuk panitera pengganti. Keempat, SIADPA untuk hakim. Pesantren TI dipandu langsung oleh Ketua Tim Ti PA Sengeti, Ahsan Dawi.

Dalam pemaparannya, selain memberikan motivasi Ahsan Dawi juga mengingatkan kepada semua peserta tentang pentingnya kebersamaan dalam memaksimalkan SIADPA. "SIADPA menganut sistem integrasi dan otomatisasi, sehingga ada keterkaitan erat antara user yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh seorang hakim tidak akan bisa maksimal membuat putusan dengan bantuan SIADPA kalau panitera penggantinya tidak membuat berita acara dengan SIADPA," jelas Ahsan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan skill bagi hakim dan pegawai, khususnya para tenaga teknis dapat memanfaatkan IT dalam menunjang tugas pokok sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dari hari ke hari ( roliwilpa@yahoo.co.id

http://badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/3477-pesantren-ti-2009-pengadilan-agama-sengeti--119.html

0 Komentar: