Pages

Subscribe:
Angry Birds -  Help

Kamis, 07 Maret 2013

Dr. H. Bunyamin Alamsyah, SH., M.Hum Doktor Pertama di PTA Jambi



Jambi | www.pa-sengeti.go.id (8/5)

Satu lagi hakim agama berhasil meraih gelar doktor ilmu hukum. Adalah Dr. H. Bunyamin Alamsyah, SH., MHum, Hakim Tinggi PTA Jambi yang telah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Dewan Penguji Ujian Terbuka pada hari Sabtu, (8/5), di Kampus Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan peniliaian yudisium sangat memuaskan.

Bunyamin Alamsyah tercatat sebagai Doktor ke-24 Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UII Yogyakarta dan yang ke-20 dengan sistem pembelajaran terstruktur. Sidang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec., dengan Dewan Penguji Ujian Terbuka sebagai Promotor Prof. Dr. Moemponi Moelatingsih. M, S.H., Co Promotor Dr. SF. Marbun, S.H., M.Hum., dengan penguji Prof. Dr. Abdul Mukthie Fadjar, S.H., M.S., Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H, S.U., Prof. Dr. Mustafa Abdullah, S.H., Prof. Dr. Ellydar Chaidir, S.H., M.Hum., Dr. Saifudin, S.H., M.Hum.
Image

Ujian terbuka ini mendapat apresiasi dari Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama (Tuada Uldilag) MARI Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH., MH beserta asisten Dr. H. Hasbi Hasan, SH., MH. Dan Drs. H. Fauzan SH., MH.. Selain itu, nampak pula diantara para hadirin Drs. H. Muzani Zahri, SH., MH.( Ketua PTA Jambi), Drs. H. Sudirman Cik Ani, SH, MH. (Hakim Tinggi PTA Jambi), Drs. Faizal Kamil, SH., MH. (Wakil Ketua PA Sengeti).

Bunyamin Alamsyah merupakan doktor pertama di PTA Jambi. Hakim Tinggi PTA ini telah menjadi inspirator dan motivator peningkatan kualitas SDM. Semangat belajar dan etos kerja adalah salah satu kunci keberhasilan Alumnus Pondok Pesantren Gontor ini. Jarak Jambi-Jogja, bukan menjadi penghalang untuk menyelesaikan studinya.
Image

Eksistensi Komisi Yudisial dan Pengawasan Hakim

Dalam disertasi yang berjudul “Kedudukan dan Kewenangan Komisi Yudisial Dalam Sistem Ketatanegaraan di  Indonesia”, Bunyamin Alamsyah mengangkat tiga masalah pokok dalam penelitiannya. Pertama, menyangkut kedudukan dan wewenang Komisi Yudisial dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Kedua, bagaimana kedudukan dan wewenang Komisi Yudisial setelah putusan Makamah Konstitusi. Ketiga, bagaimana kedudukan dan kewenangan komisi Yudisial setelah Undang – Undang No 3 Tahun 2009.

Salah satu hasil penelitian Bunyamin Alamsyah yang tertuang dalam disertasinya menegaskan bahwa eksistensi Komisi Yudisial saat ini sangat dibutuhkan sebagai pengawas eksternal dalam rangka memberikan check dan balance dalam penegakan hukum. Pengawasan eksternal oleh Komisi Yudisial seharusnya dilakukan terhadap semua hakim, termasuk Hakim Mahkamah Konstitusi, Hakim Pajak, Hakim Ad hoc, dll. Sehingga diperlukan amandemen UUD 1945 untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.

Dalam disertasinya Bunyamin Alamsyah merekomendasikan agar Dewan Perwakilan Rakyat RI mengadakan perubahan UU Nomor 22 tahun 2004. Perubahan diperlukan agar kedudukan dan wewenang Komisi Yudisial semakin rinci dan jelas tidak berbenturan dengan kewenangan lembaga Negara lainnya. Selain itu, lahirnya UU Nomor 14 Tahun 1985 jo. UU No. 3 Tahun 2009. tentang Makamah Agung menyebutkan bahwa Komisi Yudisial berwenang mengadakan pengawasan eksternal, akan tetapi masih memerlukan penyelesaian konstitusional melalui perubahan undang – undang.

Bio Data

Bunyamin Alamsyah dilahirkan di Garut, 5 Mei 1955. Masa-masa SD dan SMP dihabiskan kota kelahirannya. Pada tahun 1970 ia nyantri di Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur. Setelah lulus Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah di Pondok tersebut, ia melanjutkan kuliah S-1 di UNINUS Bandung tahun 1992. Program S-2 ia jalani di UNISBA Bandung. Saat ini ia telah berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari UII Yogyakarta.

Setelah diangkat CPNS pada tahun 1982, Bunyamin muda mengawali karir sebagai Guru MAS Pasir Jambu hingga tahun 1988. Karir sebagai hakim diawali di PA Sumedang pada tahun 1988, kemudian mutasi ke PA Cimahi.

Pada tahun 2001, Suami Hj. Upi Komariyah ini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua PA Majalengka, lalu mutasi sebagai Wakil Ketua PA Bandung tahun 2005. Pada tahun 2007 Bunyamin Alamsyah diangkat menjadi Ketua PA Bekasi. Kini, aktivitas rutinnya sebagai Hakim Tinggi PTA Jambi yang telah dijalaninya sejak tahun 2008.
(Ahsan/Dilla)

http://badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/4699-hakim-pta-jambi-raih-gelar-doktor--115.html

0 Komentar: