Pages

Subscribe:
Angry Birds -  Help

Kamis, 15 November 2012

Pembinaan ESQ dan Pelatihan IT


Peningkatan SDM PA Bantul:
Pembinaan ESQ dan Pelatihan IT

Image
Tiada kata terlambat untuk maju, ini sudah menjadi slogan di PA Bantul. Kalaupun terlambat, harus ada tambahan nilai dari yang lain. Dengan berbekal tekad untuk maju, maka pada tanggal 8 November  2008 diadakan pelatihan IT yang diisi oleh Ahsan Dawi,SH,SHI,M Ag, dan pembinaan ESQ yang dipandu oleh Prof.Dr.H.Ahmad Asdie,SPPd,KE
Pelatihan yang dimulai sejak pukul 9 pagi, dibuka oleh wakil ketua PA Bantul Drs.Burhanudin. Dalam sambutan pembukaannya waka PA Bantul menekankan pentingnya peningkatan penguasaaan IT, dimana hal tersebut dapat membantu kinerja aparat PA yang tentunya berimbas pada pelayanan pada masyarakat.

ImageSedangkan pelatihan ESQ untuk mengasah mental kita, hingga tercipta keharmonisan baik duniawi maupun ukhrowi. Dengan kita bisa mengharmonikan keduanya maka tidak akan ada ketimpangan-ketimbangan yang membuat kegelisahan-kegelisahan hidup. Karena antara duniawi dan ukhrowi keduanya punya kaitan erat, karena kita bukan memahami keduanya secara terpisah sebagaimana pemahaman sekularisme selama ini, demikian sambutan penutup dari waka PA Bantul.
Pelatihan ESQ diisi oleh Prof.Asdie, begitu biasa beliau dipanggil,  sebagai seorang dokter  spesialis penyakit dalam beliau juga ahli dalam pembinaan ESQ.  Beliau memakarkan makalah tentang Manusia dan Tugasnya (Aspek Spiritual Kehidupan). Dengan gayanya yang khas,Prof Asdi  memaparkan  bahwa manusia diciptakan, dihidupkan untuk diuji dengan keburukan dan kebaikan. Demikian juga bahwa manusia telah diberi petunjuk hidup yaitu Al-qur’an serta contohnya nabi Muhammad SAW.
Masih menurut Prof Asdi, bahwa sebagaian dari ujian Allah adalah sakit, penyakit dan kesulitan hidup.
ImageDimana kesulitan hidup adalah akibat dari kesalahan manusia itu sendiri. Dalam penutupnya Prof Asdi memberi  catatan bahwa ujian hidup hakikatnya adalah pemberitahuan Allah kepada manusia, agar manusia kembali ke jalan yang lurus.
Sedangkan pelatihan IT, dipandu oleh Ahsan Dawi,SH,SHI,M Ag .  Walau dengan keterbatasan sarana, peserta yang terdiri dari seluruh karyawan kesekertariatan, panitera pengganti dan hakim dengan tekun mengikuti pelatihan. Pelatihan  dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari unsur  jurusita, panitera pengganti dan hakim,sehingga semua bisa mengetahui pola kerja dari system SIADPA. Pertama dimulai dengan cara pengoperasian SIADPA untuk jususita pengganti, kemudian panitera pengganti dan terakhir hakim.
Selama ini di PA Bantul sudah mulai dilaksanakan pola SIADPA, tapi belum semuanya. Kendala yang ada menurut salah seorang hakim Drs. HM.Ubaidillah,Msi. Adalah jika gugatan itu bukan didaftarkan tidak menggunakan SIADPA, misalnya diajukan oleh pengacara, maka dalam membuat putusan,kendalanya hakim harus mengetik kembali gugatan yang diajukan.Berbeda dengan gugatan yang dibuat dengan SIADPA, data yang ada memudahkan hakim untuk menyelesaikan putusan.
Dalam kesempatan pelatihan ini, Ahsan Dawi juga memberikan materi tentang pengelolaan website. Hal yang sangat menarik, karena dengan kita menguasai website, kita bisa mengetahui banyak hal. Ahsan memaparkan dari istilah-istilah yang sering ditemui , antara lain tentang internet. Bahwa internet  adalah sumber daya informasi yang menjangkau seluruh dunia dimana antara satu computer dengan computer lain di dunia dapat saling berhubungan.
Di penghujung pelatihan diberikan contoh tentang cara membuat email, dimana dengan memiliki email memudahkan kita untuk berinteraksi dengan sesama.

Sumber: http://badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/2652-peningkatan-sdm-pa-bantul--1811.html

0 Komentar: