Pages

Subscribe:
Angry Birds -  Help

Rabu, 07 November 2012


Launching Website PA Wonosari Berlangsung Meriah 

Image


Ket. Gambar: Ketua PTA Yogyakarta (H. Abdullah Dhia, SH) sedang menekan tombol sirene sebagai tanda peluncuran secara resmi website PA Wonosari.
"Kehadiran Website Pengadilan Agama (PA) Wonosari merupakan kemajuan pesat di bidang teknologi informasi (TI). Website PA Wonosari diharapkan menjadi pembuka dan menarik PA-PA lain di DIY untuk mengikuti jejak yang telah dirintis PA Wonosari". Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta H. Abdullah Dhia, SH., dalam acara Launching Website PA Wonosari www.pa-wonosari.net Selasa siang (13/11/2007) di Aula PA Wonosari.

Acara launching website PA Wonosari dihadiri oleh Ketua PTA Yogyakarta, Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Hakim Tinggi, Panitera/Sekretaris PTA Yogyakarta, Ketua PA se-DIY dan Panitera/Sekretaris PA se-DIY. Acara berlangsung lancar dan sukses, diawali dengan sambutan Ketua PA Wonosari Drs. H. Agus Sugiarto, SH. Dilanjutkan dengan peluncuran (launching) website PA Wonosari oleh Ketua PTA Yogyakarta ditandai dengan pemencetan tombol/sirine. Setelah tombol ditekan website PA Wonosari tampil di hadapan para tamu undangan dalam layar lebar (giant screen) berukuran 2,5 x 5 m diiringi dengan musik instrumentalia diikuti oleh tepuk tangan.



Setelah resmi diluncurkan, para tamu undangan mendengar pemaparan singkat mengenai website PA Wonosari yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Website PA Wonosari, Ahsan Dawi, SH., SHI., MSI. Dalam presentasinya Pemimpin Redaksi mengemukan latar belakang lahirnya website PA Wonosari. Pertama, keinginan untuk memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Kedua, keterbatasan ruang yang disediakan oleh website badilag dalam mengamodir jadual sidang, panggilan ghaib dan perkara putus bagi PA-PA. Website badilag hanya menyediakan jadual sidang, panggilan ghaib dan perkara-perkara putus bagi PA Kelas IA Ibu Kota Propinsi. Berawal dari hal-hal tersebut muncullah ide kreatif di kalangan Pegawai PA Wonosari
untuk membuat website sendiri.

Dalam sambutan akhir Ketua PTA Yogyakarta menghimbau kepada seluruh Pimpinan PA se-DIY untuk membuat "ruang khusus" bagi pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di PA, serta menyiapkan peralatan-peralatannya. PTA Yogyakarta berencana membuat semacam shortcourse untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di bidang TI. Lebih lanjut Ketua PTA Yogyakarta mengharapkan kehadiran website PA Wonosari yang paling awal dibandingkan PA-PA lain di wilayah DIY dapat menjadi pemicu dan pemacu bagi PA-PA lain.
Rp 145.000 Dapat Website Interaktif
Memiliki website interaktif tidak identik dengan biaya mahal. Setidaknya hal tersebut berlaku bagi PA Wonosari yang Selasa lalu (13/11/2007) melakukan launching website. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Ketua PA Wonosari Drs. H. Agus Sugiarto, SH., MSI. dalam sambutannya di hadapan Ketua dan Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Panitera/Sekretaris PTA Yogyakarta, Ketua dan Panitera/Sekretaris PA Se-DIY.

Dalam sambutannya Drs. H. Agus Sugiarto, SH., MSI menjelaskan bahwa pembuatan dan pengelolaan website PA Wonosari seluruhnya ditangani oleh para pegawai di lingkungan PA Wonosari sehingga biayanya sangat sedikit, hanya Rp 145.000,- (seratus empat puluh lima ribu rupiah). Biaya tersebut digunakan untuk keperluan pengurusan nama domain dan web hosting yang dipercayakan kepada pihak swasta. Kehadiran website PA Wonosari dengan nama domain www.pa-wonosari.net cukup mendapat respon yang positif, terbukti dari data statistik website menunjukkan bahwa pada masa uji coba tepatnya tanggal 9 November 2007 website PA Wonosari dikunjungi oleh 103 pengunjung dalam 1 hari.
Dasar pemikiran pembuatan website PA Wonosari sebagaimana dikemukakan oleh Drs Agus Sugiarto, SH., MSI., antara lain Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 144/KMA/SK/VIII/ 2007 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Infomasi di Pengadilan menyebutkan Informasi yang harus diumumkan oleh setiap Pengadilan antara lain meliputi informasi:

a. gambaran umum Pengadilan
b. gambaran umum proses beracara di Pengadilan;
c. hak-hak pencari keadilan dalam proses peradilan;
d. biaya yang berhubungan dengan proses penyelesaian perkara serta biaya hak- hak kepaniteraan.

Dasar pemikiran lainnya adalah rumusan hasil diskusi kelompok bidang Peradilan Agama pada Rakernas Mahkamah Agung RI tahun 2007 bidang teknis point 3 menyebutkan Perkara perceraian yang pihak tergugat/termohonnya tempat kediamannya tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, pemanggilannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 27 PP Nomor 9 Tahun 1975, dan dapat menggunakan media lain seperti internet. Hal tersebut menunjukkan arti penting website bagi dunia peradilan.

http://badilag.net/index-seputar-peradilan-agama.html?start=7600

0 Komentar: