Pages

Subscribe:
Angry Birds -  Help

Kamis, 15 November 2012


Karena Website,  Perkawinan Terselamatkan


 Image

SUASANA ruang tunggu pada Pengadilan Agama Wonosari. PA Wonosari  telah memaksimalkan pemanfaatan IT untuk peningkatan pelayanan kepada pencari keadilan

Wonosari | badilag.net

Pemanfaatan Teknologi Informasi di lembaga peradilan ternyata memberikan manfaat riil kepada masyarakat pencari keadilan. Setidaknya hal tersebut terjadi pada kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Wonosari. Gara-gara salah seorang anaknya membuka menu panggilan ghaib pada website PA Wonosari, perkawinan orang tuanya terselamatkan,
Kisahnya bermula ketika Wibi (nama samaran) yang tinggal di Ponjong Gunungkidul merasa sudah tidak ada keharmonisan lagi dalam rumah tangganya karena ditinggal pergi oleh istrinya selama 4 tahun lebih. Wibi memutuskan untuk mengajukan permohonan cerai talak ke PA Wonosari dengan alasan Siti (nama samaran istrinya) telah pergi meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa ijin dan tidak diketahui tempat tinggalnya (gaib). Apalagi menurut Wibi, istrinya tersebut dianggap tidak memperhatikan anak dan dirinya.
Mengingat keberadaan Siti sebagai Termohon tidak diketahui tempat tinggalnya yang jelas, maka sesuai aturan perundang-undangan Siti dipanggil oleh PA Wonosari untuk menghadap di persidangan yang telah ditentukan oleh Majelis Hakim melalui media massa. Media yang digunakan oleh PA Wonosari untuk memanggil Termohon yang gaib melalui Radio GCD FM Gunungkidul dan Situs Resmi PA Wonosari, www.pa-wonosari.net.

Panggilan via internet
Suatu saat Dewi (anak hasil perkawinan Wibi dan Siti) yang tinggal di Sleman membuka internet dan mengunjungi beberapa situs web. Ketertarikannya di bidang hukum, membuat Dewi "singgah" di rumah mayanya PA Wonosari. Alangkah terkejutnya Dewi ketika nama ibunya terpampang di menu panggilan ghaib www.pa-wonosari.net. "Astaghfirullah, kok ada panggilan sidang buat ibu", ujar Siti menirukan kekagetan anaknya ke petugas Meja I PA Wonosari.
Sepulangnya ke rumah, lanjut Siti, Dewi menceritakan panggilan gaib di situs web PA Wonosari kepadanya. "Saya juga kaget Pak mendengar cerita Dewi, kok ada panggilan sidang", ungkap Siti terbata-bata.

Dengan informasi yang didapat dari website tersebut Siti memutuskan untuk memenuhi panggilan tersebut dengan menghadiri hari persidangan yang telah ditentukan.

Perceraian urung terjadi
Pada hari persidangan yang telah ditentukan, Wibi merasa terkejut dengan kedatangan Siti. Ia mengira Siti sudah gaib (tidak diketahui alamatnya di seluruh wilayah hukum Indonesia, red) . Dalam pemeriksaan persidangan, terungkap bahwa Siti saat ini bertempat tinggal di rumah anaknya di Sleman. Siti menambahkan bahwa ketika pergi meninggalkan rumah ia telah minta ijin kepada Wibi.

Atas fakta tersebut Siti mengajukan eksepsi yang pada intinya ia keberatan untuk disidangkan di PA Wonosari karena ia sekarang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Sleman. Keterangan Siti ini diperkuat dengan Surat Keterangan Pemerintah Desa setempat.

Setelah melalui dua kali persidangan, akhirnya Majelis Hakim menerima eksepsi Termohon karena pertimbangan kompetensi relatif. Dalam putusannya Majelis Hakim menyatakan tidak berwenang mengadili perkara tersebut.
Usai persidangan Siti memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap keberadaan situs web PA Wonosari yang turut menyelamatkan rumah tangganya dari perceraian.
"Saya tidak bisa membayangkan kalau Dewi tidak membuka situs web PA Wonosari", ungkapnya seusai perdiangan kepada pa-wonosari.net.
Memang dalam kisah Wibi dan Siti media situs web bukan menjadi alasan hakim untuk menyatakan tidak berwenang mengadili permohonan cerai talak, namun dengan situs web hak-hak masyarakat pencari keadilan untuk mendapatkan informasi yang benar dan transparan dapat disampaikan seluas-luasnya. (Tim TI PA Wonosari)

Sumber:http://badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/1461-karena-membuka-website-perkawinan-terselamatkan.html

0 Komentar: